Pada hari Selasa, 16 Juli, Pemerintah Latvia memutuskan untuk mengalokasikan €100.000 dari dana darurat untuk mendukung operasional fasilitas medis di Ukraina yang terkena dampak perang.
Bantuan ini mencakup biaya rekonstruksi, peralatan medis, operasional rumah sakit, dan perawatan pasien.
Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa serangan pada tanggal 8 Juli terhadap rumah sakit anak-anak dan pusat kesehatan wanita dan keluarga di Ukraina telah berdampak negatif pada fungsi fasilitas medis, termasuk meningkatkan tekanan pada rumah sakit lain di Ukraina yang menerima pasien untuk memastikan kelangsungan perawatan.
Perkiraan awal menunjukkan bahwa biaya untuk membangun kembali peralatan medis di rumah sakit anak-anak mencapai sekitar USD 10 juta (sekitar EUR 9,2 juta), dengan beberapa bangunan rumah sakit memerlukan rekonstruksi total.
Selain itu, Kementerian Kesehatan Latvia bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Ukraina dan kedutaan besar untuk mengumpulkan informasi tentang kebutuhan mendesak akan obat-obatan, peralatan medis, dan pasokan lainnya. Latvia telah berkomitmen untuk mengatur pengiriman bantuan tambahan ke fasilitas medis di Ukraina, sebagai bagian dari upaya bilateral dalam membantu Ukraina menghadapi konflik dengan Rusia.
Sejak dimulainya invasi militer Rusia ke Ukraina, fasilitas medis, termasuk rumah sakit, telah menjadi sasaran serangan yang intensif. Organisasi Kesehatan Dunia telah mendokumentasikan 1.878 serangan yang mengganggu operasional fasilitas medis, termasuk staf, transportasi, persediaan medis, dan pasien.
















